Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun sebagai Implementasi SDG 6 oleh Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UNY

Pada 13 Mei 2026, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UNY melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Sosialisasi 7 Langkah Cuci Tangan Menggunakan Sabun Sesuai Anjuran World Health Organization Kepada Siswa-Siswi SD Negeri Klangon” sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah dasar yang ada di daerah Argosari, Sedayu, Bantul, yakni SD Negeri Klangon dengan fokus pada sosialisasi dan eduksi kepada siswa-siswi kelas 1 mengenai cuci tangan yang benar menggunakan sabun.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UNY di bawah arahan dosen pengampu mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan Prof. Dr. Entoh Tohani S.Pd., M.Pd., dengan Manzula Maftuhah Rohmatilah sebagai ketua pelaksana. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiwa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun guna menjaga kebersihan, mencegah penyebaran penyakit, dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.

Kebiasaan menjaga kebersihan tangan sejak usia dini memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah. Namun, masih rendahnya kesadaran serta pemahaman siswa mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dengan langkah yang benar menjadi perhatian yang perlu ditangani bersama. Oleh karena itu, Mahasiswa Ilmu Politik memilih kegiatan sosialisasi 7 langkah cuci tangan menggunakan sabun sesuai anjuran World Health Organization kepada siswa-siswi SD Negeri Klangon sebagai langkah konkret dalam membangun perilaku hidup bersih dan sehat serta mendukung implementasi SDG 6 Water and Sanitation.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan beberapa tahapan kegiatan, mulai dari observasi lokasi kegiatan, pembentukan panitia, koordinasi dengan pihak eksternal, persiapan izin dengan membuat surat izin observasi, persiapan alat dan bahan, hingga pelaksanaan sosialisasi. Perlengkapan yang digunakan antara lain sabun cair, handuk tangan, dan air mengalir.

Yunanta Arya Pramarta Dwiyan, salah satu panitia pelaksana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri melalui kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dengan langkah yang benar. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sesuai anjuran World Health Organization dapat memberikan dampak positif dalam mencegah penyebaran penyakit serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat apabila diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dosen pengampu, Prof. Dr. Entoh Tohani S.Pd., M.Pd., turut mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual dan implementasi nilai pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi secara langsung, Mahasiswa Ilmu Politik tidak hanya memahami pentingnya sanitasi dan kesehatan lingkungan secara teori, tetapi juga terlibat aktif dalam memberikan edukasi kepada siswa-siswi SD Negeri Klangon terkait perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bentuk implementasi SDG 6 Water and Sanitation.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan siswa, kegiatan ini juga melatih mahasiswa dalam kerja sama tim, kemampuan komunikasi publik, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, serta kemampuan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mahasiswa juga melakukan dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari media edukasi, publikasi kegiatan, dan penyusunan laporan implementasi SDGs.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun sesuai langkah yang benar. Evaluasi kegiatan dapat dilihat dari antusiasme peserta selama sosialisasi, kemampuan siswa dalam mempraktikkan 7 langkah cuci tangan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan, serta dokumentasi kegiatan yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan.

Kedepannya, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai program sosialisasi sesaat, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama dengan pihak sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah setempat, maupun organisasi mahasiswa lainnya. Dengan demikian, mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Negeri Yogyakarta dapat terus berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi, kebersihan, dan perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.